• gita galantari

Dilan kamu dimana? Aku rindu…


Aahh ini novel berhasil bikin mengembara ke hutan penuh kenangan dan menjadi ABG lagi. Terima kasih Pidi Baiq yang sudah menjerumuskan ku pada rimba memori masa berseragam. Meski keterlaluan di buku ke 2 Dilan banyak diam. Harus banget ada lanjutan dari sisi Dilan. Awas kalau ngga. Ngancem hehehe


Iya ini novel cerita tentang 2 sedjoli menjalin kisah kasih saat SMA dengan latar kota Bandung yang romantis di tahun 1990-1991. Dilan yang istimewa. Milea yang mudah dikagumi oleh siapapun.


Ngobrol sama Dilan bikin hidup jadi lebih sederhana dan bahagia. Milea adalah wanita yang menyukai ide liar-nya. Bukan cuma Milea, aku pun suka. Kurasa Dilan idola sejuta (semoga sampe sejuta bahkan lebih) pembaca lainnya.


Coba yah renungkan (sok serius).. Lelaki macam apa ngasih hadiah ulang tahun buku TTS yang udah diisi semua. Lelaki macam apa dateng ke rumah untuk kasih undangan masuk sekolah Senin-Sabtu bikinan sendiri. Lelaki macam apa pacarnya sakit kirim tukang pijit. Lelaki macam apa kirim surat ke tetangga untuk ngejagain pacarnya. Lelaki macam apa tanda tangan di atas materai saat jadian. Lelaki macam Dilan tentunya yang punya segudang ide gila yang pastinya bikin senyum dan rindu melulu.


Novel punya si adik yang sebelumnya sama sekali ngga tertarik untuk baca dengan pemikiran ah picisan anak SMA pasti nih hahaha..ternyata berhasil bikin deg-degan 😝

Dari generasi ke generasi ternyata seleranya sama ya pria cerdas bandel humoris cool. Latar situasi kota Bandung lengkap dengan dialog nyunda menambah keriaan cerita, meski tidak habiskan masa berseragam di kota kembang.


Kemudian sesaat terperangkap pada masa (sok) cemas nungguin yang di skors dan begitu masuk muka masih lebam. Ah mana Dilanku. Dilanku sudah punya anak dan istri tampaknya hehehe


Selamat tidur Dilan-ku

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua