• gita galantari

Sudut pandang baru yang menarik dari novel Sabtu Bersama Bapak


Selepas membaca novel karya Adhitya Mulya ini ada sudut pandang baru yang menarik. Sudut pandang sang tokoh di halaman 217 yang bikin kalimat klise “kita bisa saling mengisi kekurangan” jadi tampak basi. Ngga ada manusia yang sempurna, tapi kita hidup harus jadi lebih baik dari waktu ke waktu kan.

Bahwa menjadi lebih baik adalah kewajiban masing-masing individu. Kewajiban diri sendiri untuk jadi best version of ourselves kaaan. Buat apa hidup kalau gitu-gitu aja. Pasti nantinya pasangan kita punya kelemahan, kita pun demikian. Seberusaha apapun kelemahan pasti ada. Manusiawi.


Sayangnya ngga sedikit yang masih memilih kecil hati dan bukannya memperbaiki diri ketika menghadapi perempuan (khususnya) yang sedang berusaha jadi best version dari dirinya sendiri. Bukan untuk apa dan siapa, tapi untuk dirinya, keluarga saat ini & keluarganya nanti, salahnya dimana. Bukankah Dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS, memperkirakan faktor genetik ibu memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak dimana sisanya adalah faktor lingkungan, termasuk ketika si anak masih dalam kandungan?


Jalan/cara apapun yang diambil seseorang dalam usahanya menjadi best version untuk dirinya semoga bisa dapat lebih banyak sambutan hangat dan semangat, bukan cibiran atau pertentangan yang malah bikin pusing.

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua